?

Log in

No account? Create an account

Review: Hijrah Cinta

Film ketiga dalam strike movie after lebaran ini disponsori oleh Ibu saya tercintah.




Okay,

Jalan cerita: 4.5/5
mungkin spoilerCollapse )
Akting: 4/5
Mas Alfie yang pendatang baru langsung jadi protag. Gue memang sudah pernah lihat aktingnya dia di satu sinetron bulan Ramadhan, tapi yang gue lihat dia bisa melepaskan karakternya di sinetron itu. Walaupun gue masih ngerasa kurang klop (wajarlah ya kita pasti secara ga langsung ngebandingin sama sosok tokoh aslinya), tapi aktingnya dia bagus buat gue.

Mba Revalina S Temat justru entah kenapa gue ngerasa datar aja. Ngerasa kayak ngeliat dia di sinetron-sinetron di televisi. Tapi masih dalam batas, bagus sih...

Buat para tokoh pendukungnya, buat gue: okay.

Technically(Musik, Suara, Gambar): 3.5/5
Buat gue semua datar, bagus. Musik tidak terlalu banyak pakai BGM. Dan sinematografinya ga ada yang nancep di saya. Oh, mungkin yang pas mereka kejar-kejaran di pinggir kali sampai kerudung Umi Pipik robek itu bagus sih...

Gitu aja perasaan seorang biasa setelah nonton film garapan Raam Punjabi ini.

Well, karena ini hitungannya biografi, gue tahulah pasti ada cerita-cerita yang tidak bisa ditampilkan. Seperti yang gue terima dari kerabat di tempat makan tadi. Cerita-cerita yang bisa mengubah makna film ini berubah 180 derajat dan belum tentu benar juga. Cuma menurut gue, sebagai tontonan, sebagai hiburan, film ini bagus. Karena bukan hanya menghibur, tapi sarat makna.

Overall: 4/5
Sebelum gue lupa, langsung gue tulis diawal aja deh ya

Overall point: 7.5/10

SASUGA UROBUTCHER

Dengan detil berikut

Cerita:
Bagus kok ini sebenarnya alurnya. Cuma environmentnya kurang, jadi kayak ngeflaw begitu aja. Kalau menurut gue sih karena kurang penjelasan dasarnya. Sybill itu gimana, CID itu gimana, kota itu kayak apa... Itu semua gak ada, tiba-tiba kita disungguhin cerita dimana ada inspektur baru yg baru masuk ke satu divisi kepolisian. Dimana divisi itu udah punya relationship yg deep satu sama lain sebelumnya. Ya kita bakal ga ngerasa apapun disitu.. Kalau yang gue liat dari 22 episode ini, mereka pengen ngereveal sedikit-sedikit, tapi timingnya ga pas. Kayak Kagari yg diawal-awal udah ngomong deep sama si tsunemori terus pas muncul tau-tau cuma buat dimatiin. Masa lalu si enforcers cewe yg gue lupa namanya, yg gue pikir bakal deep ke kasus taunya cuma flashback begitu doang... Sepanjang 22 episode gue itu kebanyakan ha? haa? haahhhh? HAAAAH?! Serius.

Udah gitu mereka pake ending looping. Alias endingnya = epi 1 cuma di ganti posisi karakternya dengan penambahan protag cewe baru. Gue belum nonton S2nya jadi belum bisa komen. Tapi tetep aja kebyang banget ga sih nonton beginian lagii.. istirahat dulu kali yak...

Gue emang pake sistem 3 episode drop. Dan di episode 3 itu gue mau ngelanjutin demi penyergapannya yg menurut gue satu-satunya hal keren disini dan Kougami yang gue pikir bakal di develop charanya nanti...

Intinya ceritanya ngambang tipe yang, 'Bagus, cuma...'
Point: 7/10

Karakterisasi:
NAH INI DIAAAAAA

UROBUTCHER GITU LHO

Dia bikin protag cewe sama cowok yang decent-decent ajah, yang pake cetakan anime lain ajah, tapi ga buat dibunuh karena namanya protag--padahal penonton udah benci setengah idup. Tapi dia bikin karakter pendamping yang bagus, unik, cuma buat di nongolin dua kali, pertama kenalan, kedua kali nongol, mati. KAGARIIIIIIII
Tolong YA TOLONG!!!

Plis deh protagonis macam apa yang pertama kali tugas langsung ngarahin pistol ke anak buah yang merupakan ace grup itu?! Ini protagonis menang label tokoh utama doang. Pengalaman, pengetahuan ga ada sok mau terjun langsung. Naive keterlaluan. Tipe-tipe protag di anime reverse-harem yang biarpun dia melakukan kesalahan fatal, protag cowok2 ganteng itu tetep akan maafin dan suka dia. Gue udah lumayan berharap saat dia dapet turn poin, tapi ternyata sodara-sodara dia ga berubaaahhh oke, berubah, tapi cuma sekitar 20 derajat jadi lebih mending karena jadi lebih punya otak doanggg tapi naivenya teteuuppp

Terus ini lagi protag cowo yang sebenernya bakal decent, bagus, tapi karena dia sudah di set sebagai pasangan protag cwe, jadi dia harus TOLOL. SUmpah gampang amat nurut ama itu cewek! Marah kek, bentak kek ASTAGA itu cewe udah ngacau menn.. Cuma karena itu cwe gampang lo pengaruhin karena feromon lo, bukan berarti lo ga punya sikap juga kelesss... Ih sumpah ya KOUGAMI, lo boleh jago, pinter, gantengnya satu cetakan sama Fukuchou, tapi kasihan, selera cwenya begituh... Gue masih bisa terima si Kougami jadi love interestnya Tsunemori kalau si Tsunemori pas turning point itu beneran berubah seenggaknya PsyPassnya jadi kelabu gitu... Dan gue juga ngerasa kalau si Kougami punya anggepan yg sama kyk gue. Keliatan gitu, pas Tsunemori punya otak sedikit, dia lebih seneng kerja sama sama itu cwek. ASTAGA KOUGAMII MAAF gue cuma suka lo sampe episode enem kalau ga salah... sikap lo bikin gimana gitu.. biar kata lo ganteng jugaaaa

Itu tadi soal protag cwe Tsunemori Akane sama protag cowo Kougami Shinya. Sekarang giliran pemeran samping yang sebenernya mau gue bahas satu-satu, tapi ngantuk jadi samber-samberan ajalah ya.

Kita mulai dari siapa lagi kalau bukan si manis keren KAGARIIIIIII

Astaga IShida-saannn walaupun gue tahu ini elo, tapi gue bisa ga bias karena emang karakternya si KAgari ini keren. Blak-blakan, langsung, telak, tapi dia punya prinsip yang dia bawa sampai mati. Tapi apa yang di lakukan UROBUTCHER sama dia? Dimatiin as expected! Dimatiin di tengah tugas tanpa ada serpihan tersisa! Sambil senyum! Gue baru aja berpikir, "KAgari gila, gue akhirnya nemu tokoh favorit beneran juga di ini anime, setelah Kougami lewat." Terus tau apa yang terjadi? Dia mati di menit berikutnya, dengan gue teriak tertahan. AAAA KAgariiiii whyyYY
Terus ada om Masaoka yang baik hati ga ketulungan. Yang jadi sosok ayah di divisi ini, yang justice ditengah kumpulan abg labil yg dijadiin satu tim kepolisian. APa yang UROBUTCHER lakukan? Dibunuh juga ditengah tugas, karena melindungi anaknya. Okey, ini kematian lebih bagus dari KAgari. Jadi gue masih bisa sedikit nerima.. Anaknya si om ini si inspektur senior yang endingnya jadi enforcer juga yang karakternya tipe pendisiplin tapi dia juga sebenernya ada masalah. Karakter lumayan yang malah dibiarin ngambang kayak si enforcer cewe, dan si tante forensik.

Antagonisnya bagussss ini si Makishima Shougo antagonis keren--pinter, jago beladiri, punya prinsip--yang di seri ini matinya paling bagus. Mati sesuai keinginannya, di tangan rival yg dia 'akui' yaitu Kougami. Gue ga ada protes apa-apa soal MAkishima, karena cuma dia yang diperlakukan 'bagus' di anime ini menurut gue.
Poin: kampret/10 oke, karena mestinya gue udah sadar ini UROBUTCHER punya, jadi salah gue yg gak siap, 5/10

Sound:
Gue suka ending pertamanya, keren. Sisanya biasa aja.
Poin: 6.5/10

Animasi:
QUALITY everywhere. Okay gue nonton bukan BD, tapi tetep aja itu QUALITY parah bgt.. mata miring idung lurus ==
Poin: 7/10 karena adegan fluidnya bagus

Udah itu aja sih ya kayaknya.
Intinya sih ini anime bisa buat iseng-iseng sama nyari darah, jedar-jeder, ples ikemen. Tapi jangan cari plot atau karakterisasi, nanti raeg sendiri.

Salam raeg
Sakurazaka Ohime
Yesterday was his happy day. I told him to read and replied all of those messages by himself. As expected he said, "Why in the world I do all that crap when I already hire you to do that, brat?"

Well, "Don't called me brat for just 4 years differences, old man!"

I still can felt hurt on my head while type this though. It was the whole one hour discussion. When I said 'discussion', its mean cursing, high-tone talk, and slapping on my back head for his part. Finally he took a look on my laptop. He stunned. As he started to scroll down that messages his smile appear. It's just small smile and chuckled at first but when it comes to end, he laughing.

I know that one hour and hurt on my head was worth it.

He was happy. He must be happy, because that was his birthday. He need no work, he need at least a smile on his lips. Oh, and he need no more cigarettes though.

I know at that messages, some people ask him what he want as a gift. But I know it when he reply with simply 'No, it's okay.' That was his honesty. He really is need nothing. He was happy already with so many people remember his birthday.

He was happy already knowing, people happy with his presence in this world.

He didn't know the meaning of his life beside as sword to protect Kondou Isao. He didn't know the meaning why he must be born on this damn world if he just to be a lowlife scum who only know how to spilled human blood.

That's all of the simply messages maybe just a simply words written on the internet. Some maybe just consideration, some maybe just because to haunt him, some indeed have a feeling in it. No matter what the messages mean, he was happy people recognize him. People know and have a little care, that in this world, there's a man called Toushirou Hijikata.
Yesterday was his happy day. Because untill before, he dont know the meaning of his presence except as the last stronghold who protect Kondou Isao. That was the meaning of his entire life, and he thought there's nothing wrong with that. He knows that as a sword he will life alone.
But yesterday was his happy day. Because he already found out that he was not alone at all and his life indeed have more meaning than what he already decided.
Yesterday was Toushirou Hijikata happy day.


You are indeed need more smile on your lips, Vice Chief. Happy Birthday.
Sakurazaka Ohime
"Nee Tosshi, sekarang ini ya" Kagura mengangkat kotak DVD


=========

Mitsuba memang sudah tahu dari surat-surat adiknya, tentang keadaan Edo.
"Bising, penuh orang, panas." dia ingat sekali adiknya menulis begitu.
Tapi, dia sama sekali tak menyangka kalau Edo akan seramai ini. Amanto dan manusia bercampur, bising kendaraan, billboard. Dia sengaja tak mengabari adiknya, jadilah dia tak ada yg mnjemput di stasiun. Sendirian berputar di belokan yang menurut ingatannya sudah lebih dari tiga kali dia lewati.
Dia mencari jalan menuju markas adiknya berbekal deskripsi minim di surat adiknya dan tanya kiri-kanan. Tapi dia putus asa sekarang, dan berharap bisa menemukan polisi atau petugas yg bisa ia mintakan jadi penunjuk jalan. Tidak berani dia pakai taksi. Kalau kelihatan tak tahu jalan, entah akan dibawa kemana dia.
Makanya dia menoleh kiri kanan sambil terus berjalan.
Dewi keberuntungan bersamanya saat itu.
Beberapa meter didepan, ada seseorang mengenakan seragam yang ingat mirip seragam adiknya. Bersyukur dia saat itu. Siapa tahu orang itu juga kenal adiknya bukan?
Lagipula, dari kegiatannya yg sedang mengambilkan balon untuk anak-anak itu, sepertinya dia orang baik.
Karenanya Mitsuba menunggu. Sebentar, dia perhatikan punggung orang itu  meraih balon yg tersangkut di pohon, dan memberikannya pada seorang anak perempuan yg masih sedikit tersedu. Anak perempuan itu dan teman-temanya berlari ceria setelah mengucapkan terimakasih.
"Aa.. Hati-hati, jangan lari-lari.." Balas lelaki itu.
Ada rasa terkejut di dada Mitsuba mendengar itu. Suaranya, terlalu familiar ditelinga. Terlalu bikin senang terdengar ditelinganya karena rindu. Tapi, ditepisnya perasaan itu dengan dalih, 'itu hanya perasaanku saja. Itu hanya pikiran bawah sadarku yang tanpa sadar mencarinya setelah tahu aku sudah sampai Edo.'
Dengan itu perlahan dia menghampiri si lelaki.
"Anu, permisi.. " panggilnya lembut.
"Aa?" Si lelaki berbalik.
Entah dewi keberuntungan sedang disisinya atau dewa nasib yg jahil padanya, lelaki ini memang dikenalnya.
Sesak, napasnya tiba-tiba. Melihat Toushirou Hijikata dihadapannya.
--
"Hee.. ada ya lelaki sebodoh itu yang bisa melepaskan wanita sebaik anda"
Hentikan
"Anda harus bahagia nona."
Hentikan.
"Karena lelaki bodoh itu sudah melukai anda sampai seperti itu"
Bisakah kau peluk saja aku dan hentikan semua ini?

===

Kau tahu alarm?

Pengingat waktu. Biasanya berbentuk jam kecil dan bisa ditaruh di meja. Karena teknologi, sekarang terpasang di ponsel.

Bunyinya khas. Tapi untukku dia tak sekedar berbunyi. Tapi meningkatkan sensitivitas. Bukannya membangunkanku di pagi hari, membuatku selalu waspada sepanjang malam.

Alarmku cukup besar, sekitar 170 senti, berambut cokelat dan berdesing kalau sudah waktunya.

Mendesingkan peluru bazooka melewati fusuma.

Membuat bukan hanya aku terbangun, tapi seluruh markas, anggaran pengeluaran untuk perbaikan kamarku, dan tensiku. Karena berpikir mengarang apa lagi di laporan untuk bangsat di keshogunan sana.

Apa yang kalian lakukan saat mereka berbunyi dan kalian masih tidak ingin bangun?
Melemparnya, mungkin.

Menghancurkannya dengan tangan kalian sendiri.

Seperti yang kulakukan pada alarmku. Kumatikan dia dengan tanganku sendiri.

Mendatangkan pagi sepi berbau anyir di hari-hari berikutnya.

Ocehan kedua puluh enam : Ecstatic

Okay,

Gue mendelete draft HijiMitsu yang tersimpan di server livejournal untuk ngetik ini. Tiba-tiba muncul dorongan untuk membuang sesuatu dari otak gue ke seseorang atau suatu tempat. Dan gue rasa tuiter bukan tempatnya. Karena menganggu kenyamanan orang lain. Gue belum pengen dicap spammer juga sih ya.

Semua karena pembicaraan singkat di tuiter tentang menggambar.

Itu menarik rasa cinta gue terhadap warna keluar lagi dan membuat gue berpikir ulang. Selama ini gue ga pernah memikirkan, memusingkan, dan bahkan peduli dengan kemampuan gue menggambar. Walaupun gue sering iri ke beberapa orang, jujur gue ga pernah musingin hal itu. Cuma iri sesaat, abis itu ilang. Karena esensi kenapa gue menggerakkan pensil/kuas/mouse/roll bukan untuk hebat-hebatan.

Gue cinta warna.

Itu aja. Gue suka saat gue masuk ke dunia yang cuma gue yang ngerti. Disitu gue seolah bertemu Tuhan. Nikmat. Ecstating. Gue suka perasaan itu. Gue suka saat semua perasaan yang ada di hati gue keluar semua membentuk sesuatu yang baru.

Waktu nonton Honey & Clover, disitu Hagu bilang dia seperti sendirian dan bisa melihat Tuhan saat menggambar, atau matung. Gue ngerti banget perasaannya dia. Gue ngerti banget maksudnya apa. Dan itu susah dijelasinnya.

Waktu baca STPC: Melbourne, disitu ada Max yang cinta cahaya. Dan gue langsung nangkap kenapa authornya memakai kata 'cinta' disitu.

Ini bukan tentang seberapa jago gue dalam suatu hal. Ini tentang cinta gue ke sesuatu yang Tuhan tunjuk untuk gue cintai sebagai dunia gue.

Cinta membuat apapun, siapapun, nikmat adanya terutama jika Tuhan yang menunjuknya khusus untuk kita.
Sekarang di rumah ada e-pyon~ Waaai~

Oke, sebelumnya gue kenalkan, e-pyon itu laptop baru yang kemaren tanggal 1 Maret gue beli dengan uang meras keringat dan tabungan. Sorry gue belum sempet foto-foto sama si Ojou-chan tsundere itu. Dia itu HP 1000-1431. Walaupun sempet bikin bete karena diboongin soal OS dan ternyata dia punya satu titik dead pixel, tapi gue tetep seneng dan menerima dia apa adanya. Anggap aja OS itu karena dia putri yg tertukar dari negara mana, terus dead pixel itu tahi lalat mungil dibawah dagu~

Oke, apa hubungannya e-pyon sama list kemalasan gue?

Jadi, awalnya gue ngeboyong e-pyon karena Putra Sr. alias kompi gue dirumah, emang sudah waktunya pensiun. Dari awal dia sakit, kerjaan gue banyak yang tertunda karena ga bisa dikerjain. Jadilah niatan gue memboyong e-pyon untuk membereskan semuanya. Tapi apa daya, mainin e-pyon untuk hal-hal lain lebih menyenangkan, dan semakin panjang lah list kemalasan gue..

Makanya sekarang gue mau list ulang 'kerjaan' gue itu. Oke, let see...

1. Desain sampul Vintage - Sensei
2. Sketch so-simply - Bu Marwi
3. Video nikahan - Aneki
4. AMV Entah (HijiMitsu)
5. Ume-chan sketch
6. AMV Rokuchounen to Ichiya Monogatari (Hiji + Gin)
7. FF Nite (Hijimitsu)

Segitu dulu ajalah yang bener-bener urgent banget, deadline bulan maret ini harusnya selesai semua >.>
Yosh~!
Beberapa minggu yang lalu, sempet kerumah sensei sebelum berangkat kerumah senpai, sembari nunggu hujan reda. Disitu ngomongin soal satu novel yang menurut sensei dataar banget dan berasa baca karangan untuk soal bahasa Indonesia. Karena baru baca beberapa halaman, gue tidak bisa memberikan penilaian apapun kecuali memang, bahasanya baik dan benar sekali.

Disitu kita ngobrol soal 'daya jual' atau 'ide' sebuah cerita/novel (dalam konteks pembicaraan waktu itu). Ada satu kalimat menarik dari sensei yang masih suka terngiang,

"Mendingan penulisan kacau tapi plot (ide)nya bagus (menjual) masih bisa dibenerin...."

Waktu itu gue ga kepikiran apa-apa. Tapi pas dijalan, menerjang hujan. Tiba-tiba kepikiran Fik RomaMona gue yang masih dalam status stagnan ga maju-maju. Ada banyak faktor yang bikin fik ini ga maju, mulai dari perasaan gue yang bilang 'Romano nya OOC banget oi.', keluar konteks, sampai ke 'cerita ini mau dibawa kemana?' Nah kan, ketauan plebsnya gue. Karena kalimatya sensei itu gue langsung mikir, 'iya juga ya, itu cerita ide awalnya gimana, mau dibawa kemana?'

Bukannya gue gatau itu cerita mau dibawa kemana (cielah plebs ngeles), cuma seiring jalan, jadi mirip sinetron gitu. Jalan cerita aslinya terdistrak dg hal-hal yang sebenernya didelete pun gapapa. Beda sama oneshot PruHun gue yang memang dari awal gue tahu mau gue apa, kenapa ini fik gue tulis dan sebagainya.

Dari situ gue jadi menambahkan menilai/mencari satu garis tebal di jalan cerita/novel yang gue baca sebagai salah satu checklist saat membaca. Karena selama ini gue cuma menilai dari perasaan gue doang tidak melihat itu sebagai sesuatu yang bisa diperhatikan.

naive is good but too much make you stupid.

Sakurazaka Ohime
Fandom: Gintama
Chara: Gintoki, Quartet Shinsengumi
Note: Lagi lagi kepikiran Obi-wan Arc.
Disclaimer: Gintama punya Sorachi.
Timeline: Obi-wan Arc
-----------
.
.
'Wajahnya itu.. Seperti prajurit yang rela mati dan siap harakiri.Collapse )

Mau taro di Ffn dari tadi ga kebuka-buka >.>

Ocehan kedua puluh tiga : Bunch of

I'll just pile up this babbling here, before I officially graduated as spammer on twitter. I guess.

===
There's no hole in his shoes, just big hole in his worldCollapse )

===
Idk if I must tagged this on fanfic or not, but whatever. The chara/pair obivous ofc.
Disclaimer: Song The Man Who Can't be Moved belongs to The Script. I make this modified without any intention to get profit whatsoever.
Note: Narator Says
          Hijikata's
          Mitsuba's
          "HijiMitsu"
======
You'll see her...Collapse )

Coretan : AMV : Give You Hell

but the title lying :p

How can I make an AMV if Im not have that laptop yet? :)) That's why, here you go, my idea about the MV...

Song: Give You Hell by The All American Rejects
Fandom: Gintama
Timeline: Mitsuba Arc

----
I've never seen u fall so hardCollapse )
-------

Disclaimer: Gintama belongs to Sorachi Hideaki; Give You Hell belongs to The All American Rejects; the last picture taken from: http://static.zerochan.net/Gin.Tama.full.553210.jpg
This draft is fanmade. I made this without any intention to have any profit in any possible way.
------

Then, I found some interesting scene:

YOU of all people sir, who talking like this! Funny, indeed.

Now, let's start again finding that damn laptop... So I can make this into video.....

Tags:

It's last night.

Somethings came up again on my mind. It's been a while, but I try to hold it. That's why when it come again, I just think, 'Finally, let's finish this once and square then..'.

It's all about what I do to have some bucks in my wallet.

It's simple. I draw what they want, they give me some bucks, I give them that drawing and never meet them again.

But, when it comes with feeling. It'll be more complicated.

The process drawing itself take my soul. No, that not metaphor words. I really meant it.
I loved to draw alone, in the middle of night. Be friend with darkness and silentness. Rain drip and thunder it's okay though. That's when the door which lead me to my imaginary world opened.

And this process can't and won't be seen for other people.

Because if they see it, they just say, "What special from that? You just stay up late for work, other people do that too."

My mom take a good example. For this case.

Last night she gave lecture about the bucks I received from that people. She said I received too low, whereas my draw it's worth more. She said I drew them late night before work, and that's drawing not ugly either. It's worth 5 to 10 times from what I received.

I just laughed and said, "Mom, let's be grateful."

Actually,
I know that they're worth more. But I just can't say the price. Now, if I ask you, "What's the price for your soul? Or, for you child?"

Iam serious.

That draw which I sell, it's little bit part of my soul. There's me in there. I don't know about the other artists feeling about their work, but that's me.

I love my work, but I create them just to have some bucks. Cruel isnt it? But that's live, that human. Now, I think I can raise the price as my way to give them last honor. At least.

Coretan: Fanfiction : Weak

Fandom: Gintama
Chara: Kagura, Kamui, Hijikata, Sougo
Words: 3.316
Note: Ada darah. Genre pengen Angst, tapi kayaknya gagal.
Disclaimer: Gintama punya Sorachi. Gambar punya @ki_actual.
Timeline: 2 tahun setelah Gin-can di cap meninggal
-----------
.
.
Panel glassCollapse )
---------------------------------
Soooooo, dou?
Untuk karakternya, bayangin Kagura with 2yl hairstyle but 5yl cloth. Bisa liat di gambarnya kia here: https://twitter.com/ki_actual/status/432906018641551360/photo/1 Terus Kamui masih sama cuma agak panjang aja rambutnya. Fukuchou ga berubah. Sougo........ kalau diliat dari percakapan di ending, gimana? :3
Okeh ini tadinya mau dibikin ga lebih dari 1k words, apa daya, tangan saya (/-\) Idenya dari banner tuiternya kia (liat gambar diatas).

Dan, maafkan saya yang ga tahan untuk mengubah OkiKagu itu jadi HijiKagu.....

Begitulah.

Kia, sorry kalau tidak sesuai sama gambarmu.....

Sakurazaka Ohime




Log: edit minor + note end
Fandom: Gintama
Char: Mitsuba
POV: 1st
Warning: monolog yang gue tulis dengan perasaan RAGE setelah baca ulang Mitsuba Arc.
---

Mencintaimu seperti batu karang. Dihempas ombak keraguan yang terus datang menerjang.
Kamu pergi, tapi lalu kembali didalam mimpi.
Aku sungguh tak peduli lagi.
Berkali-kali aku menangisimu di gelap malam.
Berkali-kali aku mengutukmu.
Berkali-kali aku dilingkupi rasa benci.
Tapi kata cinta itu selalu datang lagi.
Kau tahu?
Para lelaki itu mendatangiku.
Tapi hatiku cuma menyebut namamu.
'Terima kasih atas perasaanmu' hanya itu yang kukatakan pada mereka yang tulus ingin bersamaku.
Aku batu karang yang menunggu ombak itu pulang.
Tapi teringat aku pada yang selalu cemaskanku.
Adikku,
Yang selalu ingin aku bahagia.
Tepat saat dia datang, kuiyakan saja pinangannya.
Adikku butuh melihatku bahagia.
Begitupun kamu bukan?
Punggungmu waktu itu mengatakan jelas semua yang tak bisa kau katakan lewat suaramu.
Aku akan bahagia, sebagai pembalasan dendamku padamu.
Tapi juga karena itu maumu.
Ini menyiksaku, tersenyum pada lelaki yang bukan kamu.
Ini menyiksaku, berharap mendapat kebahagiaan bukan darimu.
Apa kamu tersiksa jauh dariku?
Apa kamu tersiksa melihatku bersamanya?

Ah, salahku juga yang tak memperjuangkanmu.
Salahku juga yang memilih menunggu.
Tidakkah lebih baik kusingsingkan saja lengan bajuku dan ikut bersamamu waktu itu?
Cinta ini menyiksa, kalau tak bersama hanya membawa duka.
Kenapa tak kau seret saja aku ikut ke tempat yang kau anggap neraka?

Kali ini aku yang pergi.
Kuharap tak ada yang airmata yang mengalir, karena aku menatapmu pergi tanpa air mata dan dengan senyum tulus kesiapan hati.


----
aglsfiauhfsjnflksdgnuetoweij!!!!!
Ga ngerti, gue benciiiiiiiii!!!!!! aaaaaaa... Hijikata jelek, pengecut, begooooo.....

Coretan : Fanfiction : Daddy

Fandom: Gintama
Chara: Fukuchou, OC
Warning: just some urge, I'm afraid losing this if i didn't write this down.

----

Matahari mulai turun, menandai sore sebentar lagi jadi malam. Para orang tua menanti anak mereka di pinggir taman berlari menghampiri. Berbeda dengan yang lain, ada satu anak yang tercenung memegang sekop plastik di kolam pasir. Dia menusuk-nusukkan benda itu ke pasir sampai tiba-tiba ada bayangan menutupinya. Matanya melebar saat mendongak, menatap siapa yang mendekatinya. Mainan itu terlempar terlupakan, karena si anak melompat cepat seraya berteriak senang,

"Daddy!"

Her father, Shinsengumi Vice Chief, Toushirou Hijikata, just smile and pats her daughter head.

"I'm home."
"Yeah, welcome home dad!"

He know he is smiling while hold his daughter hand.

"How's your day?" He ask when they start walk home.
"It's plain boring."
"Hmm?"
"Uncle Sou didn't come to teach me how use the knife today, because he must go with Kagura anego.. I'm bored just playing around with that crybaby kids.."

No, it's not they who is crybaby, but you who is much stronger to them! Is there any 6 years old little girl carrying knife everywhere?

Hijikata say nothing. Even about Sougo teach his daughter how to use knife. He give up to stop his brother-in-law after finally realize his daughter have do-S attitude, too. Oh, he still remember how 'delicious' his first laxative mayonaise which is serve by his daughter after he forbid her learning knife. And, how he realized how same the taste that mayo with his brother-in-law always gave him.

"It's still boring when I'm home?" Change the topic, immediately. He know what to do, of course.
"No! I'm happy you're home! Moreover now I know why Uncle Sou said that a bastards will home.."

Now this is can't be tolerated.

"And that bastards is?"
"Daddy!"

There's vein poped out in his head. He know that.

"Don't always believe your beloved uncle will you, little lady?"
"Why?"
"Because he didn't always right."
"But dad, when he say you never come home and always make mommy alone I see it's true.."

He saw this coming. He just exhale slowly and goes down, give a hint to his daughter to ride his piggyback.
She now in his back, didn't get any answer from his daddy from his last sentence.
They walking in silence now. Together glowing by mellow sunset light.

"Dad?" Finally she had a courage to talk again.
"Hmm..?"
"Do you wanna go again?"
"What do you mean? I just finally home and you say that? How cruel." Hijikata feel his lips smiling.
"But.. I'm scared dad."
"Scared of what? Is there some bullies?" Hijikata tone dark suddenly.

That little lady, knowing his daddy, answer quick and a little panic, "No, no, dad! No, that.."
"Then what?"
It's took a little time and lips being bitten to ask this,"Dad.. Do you love me?"
Hijikata who didn't take it seriously just laughing it off, "What's that? Of course I do love you. You're my precious little princess you know!"
"Then, why you leave me and mommy alone?"

Now he didn't see this coming. Silent just silent what he can do right? His daughter get used to his daddy attitude, keep going.

"Why you never comeback? I'm scared dad. I'm scared see mommy with that much blood on bed and don't know what to do. I'm really sad when mommy tell me not to cry when miss you, but she did crying after thought me sleeping. Mommy... I.. Miss you dad!"

That cranky voice and warmness of his daughter tears on his neck didn't make Hijikata know what to say.

"Dad.. I miss you.."
"Hmm.."
"Me and mommy miss you.."
"Hmm.."
"We really really miss you.."
"Hmm.."
"I.. Miss you dad.."
"I know, I miss you too."

----
Entahlah kepikirannya gitu. Kalaupun Fukuchou sama mba cantik nikah dan punya anak, bisa-bisa nasibnya kayak Kagura.
Bapak ga pulang-pulang, Ibu sakit, sendirian...
Cuma asal ketik sih...
Dan, jangan tanya kenapa paragraf awalnya ga ENG. Saya juga ga tahu >.>
Fandom: Gintama
Char/Pairing: HijiMitsu
POV: Saya ga yakin, 'orang pertama' yang berganti?
Warning: Tulisan random yang muncul pas nungguin kaa-san sakit.

---
Lelaki di sebelahku terdiam membaca pesan di dunia maya itu.
Tanpa berkata apa-apa ia membalasnya sendiri.
Aku masih terdiam saat dia menyandarkan punggungnya di sofa dan matanya menerawang jauh.
Sayup-sayup kudengar di bercerita,

"Dulu ada seorang wanita.
Kecil, indah, rapuh seperti bunga.
Bunga mungil yang tak bisa kutatap matanya
Tak terbiasa aku merasakan hal seperti ini pada wanita.

Dulu ada seorang wanita.
Mitsuba.
Mereka memanggilnya.
Pada dia ternyata aku jatuh cinta.

Aku hanya ingin memberi wanita yang kucinta bahagia.
Tapi aku bisa apa?
Aku yg buruk rupa tak punya apa-apa, mencintainya saja rasanya dosa.

Karena tak bisa kuberikan bahagia, ku tinggalkan dia.
Walau itu berarti hidup hanya dengan setengah jiwa

Adiknya mengutuk tanpa jeda,
"Mati saja sana!" katanya.
Mati?
Jangan membuatku tertawa.
Nanti aku bisa bilang apa padanya di dunia sana?
Mati begitu saja sebagai pecundang, yang benar saja.

Jangan beri aku kata menyesal, aku sudah memasukkannya dalam nadi kehidupanku.
Jangan beri aku kata pendusta, nanti aku tertawa.
Karena itu jatidiriku.

Tapi kalau kau bertanya apa aku mencintainya, aku melemah dan mulutku berkata,
'Aa, tentu saja.'
Disambung hatiku berbisik, 'Dulu, sekarang, selamanya.' "

Aku membuang muka, menatap layar yang berpendar dalam remang.
Karena itu yg bisa kulakukan.

Laki-laki punya harga diri untuk tak memperlihatkan air mata tanda kelemahan hati.

Tidak melihat, bukan memeluk ataupun kata-kata duka.
Hanya itu yg bisa kulakukan untuknya.
Hal yg juga dilakukan teman baiknya.
Yang bahkan tidak menepuk pundak atau menyapa.
Tersembunyi menemaninya yang berurai air mata diatap gedung tempat sang wanita menghembuskan napas terakhirnya.

Saat perempuan menangis, ia ingin membuang emosi yg menggelayut.
Tapi saat lelaki menangis, itu hanya sedikit luapan emosi yang tak tertampung di hatinya yg mungil.

----

Gue nulis apa sih?
Yaudahlah pokoknya udah ketulis.
#justrandomthoughts

Berawal dari inget kejadian Gin-san VS Fukuchou dimana Fukuchou kalah dan pedangnya di patahin sama Gin-san..

Fukuchou itu bukannya lebih lemah dari Gin-san, cuma kalah jam terbang aja.

Itu bukan pembenaran.

Coba kita lihat...

Kalau kita anggep mereka seumuran dan samain timelinenya, berarti pas Fukuchou pertama kali nyelamatin kak Tame itu, pas perguruannya Shouyou-sensei diancurin. Loncat dari situ, ke masa mereka remaja, Fukuchou jadi tambah kuat dengan berantem lawan dojo di desa sedangkan Gin-san turun ke medan perang lawan amanto. Keliatan kan pointnya?

Mereka sama-sama jadi kuat, cuma beda jam terbang. Gin-san udah lebih dulu terjun ke medan perang dan banyak pengalaman dibanding Fukuchou. Makanya gue ga pernah bilang Fukuchou itu lemah. Apaan, yang bisa sikron berantem sama Gin-san sambil diborgol itu ga mungkin orang lemah.

Tapi yang jelas, mereka berdua sama-sama pernah ngalamin kepahitan yang amat sangat dalam hidup.

Yang satu bertahan hidup dengan menjarah mayat, yang satu bertahan hidup sambil memikul beban membunuh orang di masa kanak-kanak.


Source: Gintama episode 246 (Baragaki arc)
"You and I are the same, isn't it? We never seek or expect forgiveness."

Coretan : Fanfiction : Request

Fandom : Gintama
Timeline : RP when walk Kagura home
Chara/pairing : Tsundere Baka Oni no Fukucho
Warning : ini lebih ke selfplot sih, cuma sayang aja gitu..

~~


Firmly but stay silent I trailing behind her.
Behind the girl with oversized purple umbrella.

Dont get me wrong.
It's just because my feeling still screaming worry to let little girl with that mental state walk home alone.
Furthermore, because her idiot boss who force me to.

As wrong as its sound. That dead fish eyes man came to me after my patrol time long time ago. Treat me Hijikata Special without complaining and talking about some war strategy. In short, he came to me not as himself.

Then it happened when he say goodbye. I still remember what he said to me,
"This is citizen request straight for Shinsengumi Vice Commander. Please take care all of this for me. Especially that two idiots. They seems strong, but they're still kids. I know you understand what I mean. Right, Vice Commander?"

He left me stunned with that honest smile on his lips before give his back and leave.

I didn't know what he mean before that two kids came to HQ. Asking if we see their idiot boss. He is gone for three months already when they came to us.

It's ridiculous.

Everyone think something happened to him. Everyone think he is dead after one random clerk from minimarket out of nowhere came with his notebook.

It's ridiculous.

He is the man who can't die from poisoned mushroom. He is the man who never let himself die in uncool way.

It's ridiculous.

As a policeman, as a friend, as someone who met him before he leave, I investigated him. I told everyone that he just 'presume' died. Wait for my investigation to judge him died.

I've never work that hard before.
Just to meet conclusion that he is missing. I can't trace him.

But, just missing. I can't find a proof that he is died, but can't find a proof he is life either.

I still remember the bitter in my mouth when say to them that he died.
I still remember the little girl in front of me crying while try to destroy the tombstone.
I still remember everyone tears.
I still remember how I blame myself because can't find him.

With that regret and pain, what can I do now is just do what he ask me to do.

Protect what he left.
Include this crumble little lady in front of me.

~~

Sedikit sulit naro ini di RP, mengingat ruang yang ga terlalu luas. So yeah.. Lagipula, walaupun Fukuchou itu keras kepala, dia selalu punya alasan kenapa batu bisa lebih lembut daripada kepalanya itu.

Sakurazaka Ohime
Fandom : Gintama
Chara/pairing : Hijikata
Warning : Some random poem from insomnia human kind

~~

Lets ditch that dying brat in the bed, lets drink in the middle of the night.

Winter breeze carelessly touch my skin through my sleeve.
As wrong as it's sound. I'm walking with her.
This girl beside me, not mine. But evilish enough I take her.
From him, the one who needed her most.

Call me demon, that was I.

Dying, he is dying in there. I pity him, the denial brother of mine.
Bleeding all over the body.
Cannot even say a word.
Cannot even raise a hand.
Cannot even blink.
Limply in my back.

Panic all over my head.  I can't even feel my foot.  I'm running, running, running, running...
I still feel his breath. Dont die on me.  I did not want to have a debt with you.  Don't die on me.  I still want to talk to you about the most random things.  Don't die on me,  I just did not want to be alone..

But as always, you never agree with me.
You die on me.

Me, Him, Her, mourn for you.

I was mourn over you. Like crazy.

With her in my hold. We just crying over you like a child want the balloon. She is cry, so was I.  Silently we share the pain because lose you. We share the emptiness of losing you.

With the same silent, you spoke to me.

Can I release her you said to me.

I'm froze. Did I imagine things? But you were there, standing limply against the wall, saying that you are home.

I feel it when my fist meet your cheeks.
I mean it when my mouth say foul things.

Do you know how I feel?

I. Was. Mourn. For. You.

Then you sheepisly smiling like it was nothing.

I pity him. My denial brother. Because his girl left him. Because he left and make her share the pain with me.
The man who not even sorry to stole her.

Call me demon, that was I.

Lets kill each other so we can die in the other arms.

The feeling mutual isn't it?

~~

.
.
So yeah, ini fanfic dari fanficnya ruru-senpai dan RPan pertama gue yg guenya gaje nan fail abis.
Gatau, gue jadi ngerasain that overwhelming feeling lagi pas ngeRP si fukuchou, sama kayak waktu gue riset abis-abisan si Gilbert buat nulis PruHun. Entahlah..

Ocehan kedua puluh : Hijikata

#justrandomfeels

Hijikata-san itu sosok yg gue respek, adore, dan kagumi. Tentang bagaimana dia merangkak dari seorang anak bungsu di keluarga petani, sampai menjadi 'sosok' manusia yg diingat. Tentang bagaimana dia bersikap keras pada dirinya sendiri sebelum pada orang lain. The way he thinking bout the result. He want something, he got what he want. He just.. Beautiful. I love him. In respectful way, not romantic one. I loved to know him more, not from drama, manga, anime or novel. I want valid data, maybe history book? But knowing history, its difficult for me to choose which one is trusted..

So here i am laying on the bed afterwork, thinking about a man who lives more than a hundred yrs ago bcz I accidentally remember him again after have an RP account.

Past is a past, indeed. But is just wrong if we ignore how past build us in this present day.

Sakurazaka Ohime


Posted via m.livejournal.com.

Profile

gin san
sakurazakaohime
Sakurazaka Ohime

Latest Month

July 2018
S M T W T F S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    
Flag Counter


Locations of Site Visitors

Syndicate

RSS Atom
Powered by LiveJournal.com
Designed by Michael Rose