gin san

Review: Hijrah Cinta

Film ketiga dalam strike movie after lebaran ini disponsori oleh Ibu saya tercintah.




Okay,

Jalan cerita: 4.5/5
Collapse )
Akting: 4/5
Mas Alfie yang pendatang baru langsung jadi protag. Gue memang sudah pernah lihat aktingnya dia di satu sinetron bulan Ramadhan, tapi yang gue lihat dia bisa melepaskan karakternya di sinetron itu. Walaupun gue masih ngerasa kurang klop (wajarlah ya kita pasti secara ga langsung ngebandingin sama sosok tokoh aslinya), tapi aktingnya dia bagus buat gue.

Mba Revalina S Temat justru entah kenapa gue ngerasa datar aja. Ngerasa kayak ngeliat dia di sinetron-sinetron di televisi. Tapi masih dalam batas, bagus sih...

Buat para tokoh pendukungnya, buat gue: okay.

Technically(Musik, Suara, Gambar): 3.5/5
Buat gue semua datar, bagus. Musik tidak terlalu banyak pakai BGM. Dan sinematografinya ga ada yang nancep di saya. Oh, mungkin yang pas mereka kejar-kejaran di pinggir kali sampai kerudung Umi Pipik robek itu bagus sih...

Gitu aja perasaan seorang biasa setelah nonton film garapan Raam Punjabi ini.

Well, karena ini hitungannya biografi, gue tahulah pasti ada cerita-cerita yang tidak bisa ditampilkan. Seperti yang gue terima dari kerabat di tempat makan tadi. Cerita-cerita yang bisa mengubah makna film ini berubah 180 derajat dan belum tentu benar juga. Cuma menurut gue, sebagai tontonan, sebagai hiburan, film ini bagus. Karena bukan hanya menghibur, tapi sarat makna.

Overall: 4/5
me

Ocehan kedua puluh delapan: Setengah Review, Psycho Pass

Sebelum gue lupa, langsung gue tulis diawal aja deh ya

Overall point: 7.5/10

SASUGA UROBUTCHER

Dengan detil berikut

Cerita:
Bagus kok ini sebenarnya alurnya. Cuma environmentnya kurang, jadi kayak ngeflaw begitu aja. Kalau menurut gue sih karena kurang penjelasan dasarnya. Sybill itu gimana, CID itu gimana, kota itu kayak apa... Itu semua gak ada, tiba-tiba kita disungguhin cerita dimana ada inspektur baru yg baru masuk ke satu divisi kepolisian. Dimana divisi itu udah punya relationship yg deep satu sama lain sebelumnya. Ya kita bakal ga ngerasa apapun disitu.. Kalau yang gue liat dari 22 episode ini, mereka pengen ngereveal sedikit-sedikit, tapi timingnya ga pas. Kayak Kagari yg diawal-awal udah ngomong deep sama si tsunemori terus pas muncul tau-tau cuma buat dimatiin. Masa lalu si enforcers cewe yg gue lupa namanya, yg gue pikir bakal deep ke kasus taunya cuma flashback begitu doang... Sepanjang 22 episode gue itu kebanyakan ha? haa? haahhhh? HAAAAH?! Serius.

Udah gitu mereka pake ending looping. Alias endingnya = epi 1 cuma di ganti posisi karakternya dengan penambahan protag cewe baru. Gue belum nonton S2nya jadi belum bisa komen. Tapi tetep aja kebyang banget ga sih nonton beginian lagii.. istirahat dulu kali yak...

Gue emang pake sistem 3 episode drop. Dan di episode 3 itu gue mau ngelanjutin demi penyergapannya yg menurut gue satu-satunya hal keren disini dan Kougami yang gue pikir bakal di develop charanya nanti...

Intinya ceritanya ngambang tipe yang, 'Bagus, cuma...'
Point: 7/10

Karakterisasi:
NAH INI DIAAAAAA

UROBUTCHER GITU LHO

Dia bikin protag cewe sama cowok yang decent-decent ajah, yang pake cetakan anime lain ajah, tapi ga buat dibunuh karena namanya protag--padahal penonton udah benci setengah idup. Tapi dia bikin karakter pendamping yang bagus, unik, cuma buat di nongolin dua kali, pertama kenalan, kedua kali nongol, mati. KAGARIIIIIIII
Tolong YA TOLONG!!!

Plis deh protagonis macam apa yang pertama kali tugas langsung ngarahin pistol ke anak buah yang merupakan ace grup itu?! Ini protagonis menang label tokoh utama doang. Pengalaman, pengetahuan ga ada sok mau terjun langsung. Naive keterlaluan. Tipe-tipe protag di anime reverse-harem yang biarpun dia melakukan kesalahan fatal, protag cowok2 ganteng itu tetep akan maafin dan suka dia. Gue udah lumayan berharap saat dia dapet turn poin, tapi ternyata sodara-sodara dia ga berubaaahhh oke, berubah, tapi cuma sekitar 20 derajat jadi lebih mending karena jadi lebih punya otak doanggg tapi naivenya teteuuppp

Terus ini lagi protag cowo yang sebenernya bakal decent, bagus, tapi karena dia sudah di set sebagai pasangan protag cwe, jadi dia harus TOLOL. SUmpah gampang amat nurut ama itu cewek! Marah kek, bentak kek ASTAGA itu cewe udah ngacau menn.. Cuma karena itu cwe gampang lo pengaruhin karena feromon lo, bukan berarti lo ga punya sikap juga kelesss... Ih sumpah ya KOUGAMI, lo boleh jago, pinter, gantengnya satu cetakan sama Fukuchou, tapi kasihan, selera cwenya begituh... Gue masih bisa terima si Kougami jadi love interestnya Tsunemori kalau si Tsunemori pas turning point itu beneran berubah seenggaknya PsyPassnya jadi kelabu gitu... Dan gue juga ngerasa kalau si Kougami punya anggepan yg sama kyk gue. Keliatan gitu, pas Tsunemori punya otak sedikit, dia lebih seneng kerja sama sama itu cwek. ASTAGA KOUGAMII MAAF gue cuma suka lo sampe episode enem kalau ga salah... sikap lo bikin gimana gitu.. biar kata lo ganteng jugaaaa

Itu tadi soal protag cwe Tsunemori Akane sama protag cowo Kougami Shinya. Sekarang giliran pemeran samping yang sebenernya mau gue bahas satu-satu, tapi ngantuk jadi samber-samberan ajalah ya.

Kita mulai dari siapa lagi kalau bukan si manis keren KAGARIIIIIII

Astaga IShida-saannn walaupun gue tahu ini elo, tapi gue bisa ga bias karena emang karakternya si KAgari ini keren. Blak-blakan, langsung, telak, tapi dia punya prinsip yang dia bawa sampai mati. Tapi apa yang di lakukan UROBUTCHER sama dia? Dimatiin as expected! Dimatiin di tengah tugas tanpa ada serpihan tersisa! Sambil senyum! Gue baru aja berpikir, "KAgari gila, gue akhirnya nemu tokoh favorit beneran juga di ini anime, setelah Kougami lewat." Terus tau apa yang terjadi? Dia mati di menit berikutnya, dengan gue teriak tertahan. AAAA KAgariiiii whyyYY
Terus ada om Masaoka yang baik hati ga ketulungan. Yang jadi sosok ayah di divisi ini, yang justice ditengah kumpulan abg labil yg dijadiin satu tim kepolisian. APa yang UROBUTCHER lakukan? Dibunuh juga ditengah tugas, karena melindungi anaknya. Okey, ini kematian lebih bagus dari KAgari. Jadi gue masih bisa sedikit nerima.. Anaknya si om ini si inspektur senior yang endingnya jadi enforcer juga yang karakternya tipe pendisiplin tapi dia juga sebenernya ada masalah. Karakter lumayan yang malah dibiarin ngambang kayak si enforcer cewe, dan si tante forensik.

Antagonisnya bagussss ini si Makishima Shougo antagonis keren--pinter, jago beladiri, punya prinsip--yang di seri ini matinya paling bagus. Mati sesuai keinginannya, di tangan rival yg dia 'akui' yaitu Kougami. Gue ga ada protes apa-apa soal MAkishima, karena cuma dia yang diperlakukan 'bagus' di anime ini menurut gue.
Poin: kampret/10 oke, karena mestinya gue udah sadar ini UROBUTCHER punya, jadi salah gue yg gak siap, 5/10

Sound:
Gue suka ending pertamanya, keren. Sisanya biasa aja.
Poin: 6.5/10

Animasi:
QUALITY everywhere. Okay gue nonton bukan BD, tapi tetep aja itu QUALITY parah bgt.. mata miring idung lurus ==
Poin: 7/10 karena adegan fluidnya bagus

Udah itu aja sih ya kayaknya.
Intinya sih ini anime bisa buat iseng-iseng sama nyari darah, jedar-jeder, ples ikemen. Tapi jangan cari plot atau karakterisasi, nanti raeg sendiri.

Salam raeg
Sakurazaka Ohime
me

Diary; Vice Chief and His Typewriter: His Happy Day

Yesterday was his happy day. I told him to read and replied all of those messages by himself. As expected he said, "Why in the world I do all that crap when I already hire you to do that, brat?"

Well, "Don't called me brat for just 4 years differences, old man!"

I still can felt hurt on my head while type this though. It was the whole one hour discussion. When I said 'discussion', its mean cursing, high-tone talk, and slapping on my back head for his part. Finally he took a look on my laptop. He stunned. As he started to scroll down that messages his smile appear. It's just small smile and chuckled at first but when it comes to end, he laughing.

I know that one hour and hurt on my head was worth it.

He was happy. He must be happy, because that was his birthday. He need no work, he need at least a smile on his lips. Oh, and he need no more cigarettes though.

I know at that messages, some people ask him what he want as a gift. But I know it when he reply with simply 'No, it's okay.' That was his honesty. He really is need nothing. He was happy already with so many people remember his birthday.

He was happy already knowing, people happy with his presence in this world.

He didn't know the meaning of his life beside as sword to protect Kondou Isao. He didn't know the meaning why he must be born on this damn world if he just to be a lowlife scum who only know how to spilled human blood.

That's all of the simply messages maybe just a simply words written on the internet. Some maybe just consideration, some maybe just because to haunt him, some indeed have a feeling in it. No matter what the messages mean, he was happy people recognize him. People know and have a little care, that in this world, there's a man called Toushirou Hijikata.
Yesterday was his happy day. Because untill before, he dont know the meaning of his presence except as the last stronghold who protect Kondou Isao. That was the meaning of his entire life, and he thought there's nothing wrong with that. He knows that as a sword he will life alone.
But yesterday was his happy day. Because he already found out that he was not alone at all and his life indeed have more meaning than what he already decided.
Yesterday was Toushirou Hijikata happy day.


You are indeed need more smile on your lips, Vice Chief. Happy Birthday.
Sakurazaka Ohime
me

Coretan : Fanfiction : Protagonist? & Tori to Mori [part]

"Nee Tosshi, sekarang ini ya" Kagura mengangkat kotak DVD


=========

Mitsuba memang sudah tahu dari surat-surat adiknya, tentang keadaan Edo.
"Bising, penuh orang, panas." dia ingat sekali adiknya menulis begitu.
Tapi, dia sama sekali tak menyangka kalau Edo akan seramai ini. Amanto dan manusia bercampur, bising kendaraan, billboard. Dia sengaja tak mengabari adiknya, jadilah dia tak ada yg mnjemput di stasiun. Sendirian berputar di belokan yang menurut ingatannya sudah lebih dari tiga kali dia lewati.
Dia mencari jalan menuju markas adiknya berbekal deskripsi minim di surat adiknya dan tanya kiri-kanan. Tapi dia putus asa sekarang, dan berharap bisa menemukan polisi atau petugas yg bisa ia mintakan jadi penunjuk jalan. Tidak berani dia pakai taksi. Kalau kelihatan tak tahu jalan, entah akan dibawa kemana dia.
Makanya dia menoleh kiri kanan sambil terus berjalan.
Dewi keberuntungan bersamanya saat itu.
Beberapa meter didepan, ada seseorang mengenakan seragam yang ingat mirip seragam adiknya. Bersyukur dia saat itu. Siapa tahu orang itu juga kenal adiknya bukan?
Lagipula, dari kegiatannya yg sedang mengambilkan balon untuk anak-anak itu, sepertinya dia orang baik.
Karenanya Mitsuba menunggu. Sebentar, dia perhatikan punggung orang itu  meraih balon yg tersangkut di pohon, dan memberikannya pada seorang anak perempuan yg masih sedikit tersedu. Anak perempuan itu dan teman-temanya berlari ceria setelah mengucapkan terimakasih.
"Aa.. Hati-hati, jangan lari-lari.." Balas lelaki itu.
Ada rasa terkejut di dada Mitsuba mendengar itu. Suaranya, terlalu familiar ditelinga. Terlalu bikin senang terdengar ditelinganya karena rindu. Tapi, ditepisnya perasaan itu dengan dalih, 'itu hanya perasaanku saja. Itu hanya pikiran bawah sadarku yang tanpa sadar mencarinya setelah tahu aku sudah sampai Edo.'
Dengan itu perlahan dia menghampiri si lelaki.
"Anu, permisi.. " panggilnya lembut.
"Aa?" Si lelaki berbalik.
Entah dewi keberuntungan sedang disisinya atau dewa nasib yg jahil padanya, lelaki ini memang dikenalnya.
Sesak, napasnya tiba-tiba. Melihat Toushirou Hijikata dihadapannya.
--
"Hee.. ada ya lelaki sebodoh itu yang bisa melepaskan wanita sebaik anda"
Hentikan
"Anda harus bahagia nona."
Hentikan.
"Karena lelaki bodoh itu sudah melukai anda sampai seperti itu"
Bisakah kau peluk saja aku dan hentikan semua ini?

===

Kau tahu alarm?

Pengingat waktu. Biasanya berbentuk jam kecil dan bisa ditaruh di meja. Karena teknologi, sekarang terpasang di ponsel.

Bunyinya khas. Tapi untukku dia tak sekedar berbunyi. Tapi meningkatkan sensitivitas. Bukannya membangunkanku di pagi hari, membuatku selalu waspada sepanjang malam.

Alarmku cukup besar, sekitar 170 senti, berambut cokelat dan berdesing kalau sudah waktunya.

Mendesingkan peluru bazooka melewati fusuma.

Membuat bukan hanya aku terbangun, tapi seluruh markas, anggaran pengeluaran untuk perbaikan kamarku, dan tensiku. Karena berpikir mengarang apa lagi di laporan untuk bangsat di keshogunan sana.

Apa yang kalian lakukan saat mereka berbunyi dan kalian masih tidak ingin bangun?
Melemparnya, mungkin.

Menghancurkannya dengan tangan kalian sendiri.

Seperti yang kulakukan pada alarmku. Kumatikan dia dengan tanganku sendiri.

Mendatangkan pagi sepi berbau anyir di hari-hari berikutnya.
me

Ocehan kedua puluh enam : Ecstatic

Okay,

Gue mendelete draft HijiMitsu yang tersimpan di server livejournal untuk ngetik ini. Tiba-tiba muncul dorongan untuk membuang sesuatu dari otak gue ke seseorang atau suatu tempat. Dan gue rasa tuiter bukan tempatnya. Karena menganggu kenyamanan orang lain. Gue belum pengen dicap spammer juga sih ya.

Semua karena pembicaraan singkat di tuiter tentang menggambar.

Itu menarik rasa cinta gue terhadap warna keluar lagi dan membuat gue berpikir ulang. Selama ini gue ga pernah memikirkan, memusingkan, dan bahkan peduli dengan kemampuan gue menggambar. Walaupun gue sering iri ke beberapa orang, jujur gue ga pernah musingin hal itu. Cuma iri sesaat, abis itu ilang. Karena esensi kenapa gue menggerakkan pensil/kuas/mouse/roll bukan untuk hebat-hebatan.

Gue cinta warna.

Itu aja. Gue suka saat gue masuk ke dunia yang cuma gue yang ngerti. Disitu gue seolah bertemu Tuhan. Nikmat. Ecstating. Gue suka perasaan itu. Gue suka saat semua perasaan yang ada di hati gue keluar semua membentuk sesuatu yang baru.

Waktu nonton Honey & Clover, disitu Hagu bilang dia seperti sendirian dan bisa melihat Tuhan saat menggambar, atau matung. Gue ngerti banget perasaannya dia. Gue ngerti banget maksudnya apa. Dan itu susah dijelasinnya.

Waktu baca STPC: Melbourne, disitu ada Max yang cinta cahaya. Dan gue langsung nangkap kenapa authornya memakai kata 'cinta' disitu.

Ini bukan tentang seberapa jago gue dalam suatu hal. Ini tentang cinta gue ke sesuatu yang Tuhan tunjuk untuk gue cintai sebagai dunia gue.

Cinta membuat apapun, siapapun, nikmat adanya terutama jika Tuhan yang menunjuknya khusus untuk kita.
me

Ocehan kedua puluh lima : My Bunch List of Procrastination pt.2

Sekarang di rumah ada e-pyon~ Waaai~

Oke, sebelumnya gue kenalkan, e-pyon itu laptop baru yang kemaren tanggal 1 Maret gue beli dengan uang meras keringat dan tabungan. Sorry gue belum sempet foto-foto sama si Ojou-chan tsundere itu. Dia itu HP 1000-1431. Walaupun sempet bikin bete karena diboongin soal OS dan ternyata dia punya satu titik dead pixel, tapi gue tetep seneng dan menerima dia apa adanya. Anggap aja OS itu karena dia putri yg tertukar dari negara mana, terus dead pixel itu tahi lalat mungil dibawah dagu~

Oke, apa hubungannya e-pyon sama list kemalasan gue?

Jadi, awalnya gue ngeboyong e-pyon karena Putra Sr. alias kompi gue dirumah, emang sudah waktunya pensiun. Dari awal dia sakit, kerjaan gue banyak yang tertunda karena ga bisa dikerjain. Jadilah niatan gue memboyong e-pyon untuk membereskan semuanya. Tapi apa daya, mainin e-pyon untuk hal-hal lain lebih menyenangkan, dan semakin panjang lah list kemalasan gue..

Makanya sekarang gue mau list ulang 'kerjaan' gue itu. Oke, let see...

1. Desain sampul Vintage - Sensei
2. Sketch so-simply - Bu Marwi
3. Video nikahan - Aneki
4. AMV Entah (HijiMitsu)
5. Ume-chan sketch
6. AMV Rokuchounen to Ichiya Monogatari (Hiji + Gin)
7. FF Nite (Hijimitsu)

Segitu dulu ajalah yang bener-bener urgent banget, deadline bulan maret ini harusnya selesai semua >.>
Yosh~!
  • Current Music
    Two As One - Chemistry Ft. Cryst (Depapepe Remix)
  • Tags
    ,
kiku confused

Ocehan kedua puluh empat : Mungkin Bukan Jualan, Tapi....

Beberapa minggu yang lalu, sempet kerumah sensei sebelum berangkat kerumah senpai, sembari nunggu hujan reda. Disitu ngomongin soal satu novel yang menurut sensei dataar banget dan berasa baca karangan untuk soal bahasa Indonesia. Karena baru baca beberapa halaman, gue tidak bisa memberikan penilaian apapun kecuali memang, bahasanya baik dan benar sekali.

Disitu kita ngobrol soal 'daya jual' atau 'ide' sebuah cerita/novel (dalam konteks pembicaraan waktu itu). Ada satu kalimat menarik dari sensei yang masih suka terngiang,

"Mendingan penulisan kacau tapi plot (ide)nya bagus (menjual) masih bisa dibenerin...."

Waktu itu gue ga kepikiran apa-apa. Tapi pas dijalan, menerjang hujan. Tiba-tiba kepikiran Fik RomaMona gue yang masih dalam status stagnan ga maju-maju. Ada banyak faktor yang bikin fik ini ga maju, mulai dari perasaan gue yang bilang 'Romano nya OOC banget oi.', keluar konteks, sampai ke 'cerita ini mau dibawa kemana?' Nah kan, ketauan plebsnya gue. Karena kalimatya sensei itu gue langsung mikir, 'iya juga ya, itu cerita ide awalnya gimana, mau dibawa kemana?'

Bukannya gue gatau itu cerita mau dibawa kemana (cielah plebs ngeles), cuma seiring jalan, jadi mirip sinetron gitu. Jalan cerita aslinya terdistrak dg hal-hal yang sebenernya didelete pun gapapa. Beda sama oneshot PruHun gue yang memang dari awal gue tahu mau gue apa, kenapa ini fik gue tulis dan sebagainya.

Dari situ gue jadi menambahkan menilai/mencari satu garis tebal di jalan cerita/novel yang gue baca sebagai salah satu checklist saat membaca. Karena selama ini gue cuma menilai dari perasaan gue doang tidak melihat itu sebagai sesuatu yang bisa diperhatikan.

naive is good but too much make you stupid.

Sakurazaka Ohime
  • Current Music
    Making Love Out of Nothing at All - Bon Jovi
  • Tags
    ,