Sakurazaka Ohime (sakurazakaohime) wrote,
Sakurazaka Ohime
sakurazakaohime

  • Mood:

[SBT OWOP] Friendship - Chapter 09

One Week One Paper's Story Blog Tour  : Friendship - Chapter 09

Previous part:
Chapter 01 - Misteri Dana Operasional by Nana
Chapter 02 - Pertemuan by Depi
Chapter 03 - Perbincangan di Kafe by Naimas
Chapter 04 - Misi Wanda by Kiki
Chapter 05 - Ide Fiki by Nifa
Chapter 06 - Kedatangan Pria Misterius by Arini
Chapter 07 - Terkuak by Ana
Chapter 08 - Rapat Dadakan dan Rencana Baru by Dini

Chapter 09 - Belakang by Me

Darma duduk di meja belajar dengan fokus menatap layar laptop. Seolah tidak mempedulikan gelegar petir dan hujan yang mendera jendela kamarnya. Percakapan WhatsApp di layar lebih menarik.

‘Jd kpn dana turun?’ Muncul satu kotak pesan baru di grup bertuliskan ‘4869’.

‘Gw n Darma lg ngusahain tenang aj’ kotak pesan bertuliskan nama Dimas membalas.

‘Kita matengin aja rencana liburan kl tuh dana cair.’ Akhirnya Darma membalas pesan yang muncul.

Bunyi notifikasi yang muncul memberitahu Darma adanya satu pesan masuk baru. Dari ruang percakapan yang lain. Dia membuka percakapan pribadi dengan Dimas.

‘Dah ada kabar lg blm?’ Dimas memulainya dengan pertanyaan seperti itu.

‘Blm.’ Tulis Darma cepat, ‘Kykny lg pada mati kutu nyari cara.’ Tambahnya lagi sambil mendengus tertawa.

Entah kenapa dia merasa bersemangat dan senang. Merasa seolah menjadi pemeran utama dalam film detektif. Dimana dia menjadi penjahat berotak cerdas yang menipu sekelompok anak sok detektif. Demi segepok uang dan rencana liburan. Mengalihkan rasa senangnya, Darma mengganti tabulasi perambahnya ke halaman layanan hotel. Dia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang sekali. Liburan bersama regu ekstrakurikuler detektifnya.

Penat karena terlalu sering berpikir keras. Adalah alasan yang disetujui para anggota termasuk dia dan Dimas untuk berpelesir. Tapi apa daya, dana kas yang mereka miliki hanyalah sumbangan tanda terima kasih dari para penyewa jasa mereka di sekolah. Sama sekali tidak cukup–Darma ingat sekali pernah dibayar dengan sepotong bakwan dan pastel sayur. Maka, dia dan Dimas berupaya agar rencana tetap berjalan.

Dimas sedang melihat sekilas laporan yang masuk dari masing-masing ekstrakurikuler saat merasa sudah terantuk tembok mencari cara. Deretan angka yang ada di kertas-kertas itu menimbulkan dorongan di benaknya, “Bukankah ini bisa dipakai?”

Berembuk dia dengan Darma sebagai ketua. Berikutnya mudah saja, desas desus penggunaan tidak benar para regu ekstrakurikuler berhembus kencang. Regu Cheerleaders dituding menghabiskan biaya untuk kostum, regu Basket dianggap melakukan pemborosan karena membeli bola baru, seterusnya merata. Rencana ini matang. Kabar ini pun sampai ke telinga Wakil Kepala Sekolah. Dengan cepat kebijakan pemotongan biaya pun dikeluarkan.

Tapi bagaimana caranya agar dana itu beralih ke kantung regu detektif?

Pentas Seni dijadikan kambing hitam agar dana itu dialihkan pada OSIS. Dimas sebagai ketuanya, bisa mengatur angka di kertas dengan baik. Semua lancar sampai riak yang ditimbulkan para ketua regu ekstrakurikuler mengganggu. Namun dengan tenang semua dapat ditangani. Darma menyusup dengan baik. Dan rencana tinggal menunggu waktu untuk tiba di perhentian akhir.

‘btw, lo beneran bljr bareng Bayu?’ Darma bertanya lagi.

‘Iy.’ Dimas membalas cepat, ‘Kl nilai gw jatoh bisa dicopot dr osis….’ Lanjutnya.

Darma tidak curiga sama sekali. Tidak mengetahui bahwa Dimas berganti ruang percakapan dari awal mereka berbincang. Ruang percakapan lain yang ia ikuti merupakan grup bertuliskan ‘Kembalikan uang kami’.

‘Gmn dim?’ kotak pesan terakhir muncul dari Hadyan.

Di belakang ponsel masing-masing, Hadyan, Wanda, Fiki, Bayu menatap tulisan, ‘Dimas is typing…
----

Di pihak manakah sebenarnya Dimas berada? Akankah semua ini terkuak di hadapan sekolah? Kelanjutannya dalam,

Next: Chapter 10 by Achev

-----
.
.
.
Note: Ey, ditulis dengan buru-buru dan kebingungan mau lanjutin yang mana =))) Silakan jika ingin memberi komen dan koreksiannya :D
Tags: owop, stories
Subscribe
  • Post a new comment

    Error

    Anonymous comments are disabled in this journal

    default userpic

    Your IP address will be recorded 

  • 0 comments