?

Log in

No account? Create an account

Previous Entry | Next Entry

Review: Seputih Cinta Melati

Okay film pertama dalam movie streak after lebaran.

Jalan Cerita: 5/5
Kenapa gue berani ngasih nilai pol? Karena jalan ceritanya ga bisa ditebak. Tebakan gue salah men... Gue pikir ini film bakal jadi film reliji reliji biasa yang ketebak alurnya.. Ternyata enggak. Empat protagnya (iya empat) walaupun kurang kuat karakterisasinya, tapi bisa dibikin plot twist yang bagus.

Secara keseluruhan pembawaan ceritanya bagus. Cuma terkadang salah fokus. Ada beberapa scene yang menurut gue ga terlalu penting, ga ada itupun ga ngaruh ke jalan cerita. Akhirnya malah mengorbankan pendalaman ke masing-masing karakternya. Kalau karakterisasi empat protagnya itu bisa lebih digali, mungkin efek twistnya bisa lebih, drama lebih, dan air mata timbul. Sayangnya jalan ceritanya bagus tapi tidak dalam. Tapi lagi, pembawaan cerita, bagaimana cerita ini di eksekusi, bagus sekali. Mengulik rasa penasaran penonton dan tidak mengecewakan.

Intinya ceritanya adalah surat An-Nashr. Dibungkus dengan cerita kaburnya tahanan dari penjara yang bertemu dengan anak-anak imut di sebuah kampung.


waktu saya bilang 'imut' mereka bener-bener imuutt

Sampai akhirnya mereka ketangkap lagi dan tobat. Nah itu spoilernya. Mungkin kita akan mikir kalau mereka gak akan ketangkap lagi karena anak-anak ini ngebelain atau gimana... Tapi masalahnya, disini ceritanya menurut gue cukup riil. Mereka masih anak-anak polos yang bahkan ga tau kalau mereka itu sebenernya nolongin penjahat. Waktu tahanan itu ditangkep, mereka jelas cuma bisa jerit-jerit nangis ;_;

Jalan ceritanya bagus dan itu sendiri cukup worth it untuk menjadikan film ini tontonan bermutu. Belum ditambah inti cerita film yang mengambil dari satu ayat Al-Quran. Ini keren.

Dan entah kenapa gue berharap ini ada novelnya.

Akting: 4.5/5
Anak-anak itu, Fatih Unru dan Naomi Ivo, keren mainnya. Untuk ukuran anak-anak. Gue beneran bisa ngeliat ada anak macam Rian yang bader ga ketulungan, tapi baik dan care sama adiknya. Melati tipe anak desa yang polos, dan jujur, tapi masih bisa nakal juga :> Big Applause untuk mereka, keren~

Terus untuk dua tahanan, Chicco Jericho dan Asrul Dahlan. Ga usah ditanyalah ya, mereka mainnya bagus. Chicco jadi Ivan, tipe penjahat tobat yang jadi baik gitu. Terus om Asrul jadi Erik, tipe penjahat susah tobat. Yang bikin gue ngurangin setengah poin adalah gue ga bisa ngelepasin bayangin karakter om Asrul di satu sinetron waktu liat dia jadi Erik disini, itu aja.

Sisanya, untuk tokoh pembantu dan lainnya, they're fine for me.

Teknikal(Musik, Suara, Sinematografi): 5/5
Okey, mungkin gue agak bias dalam hal melihat sinematografi di film ini. Meen, itu scene pemandangannya bikin eyegasm sepanjang jalan..... Pengambilan angle, permainan cahayanya.. Keren. Gue ga tau deh itu yang bisa nemu tempatnya keren bangetlah pokoknya.

Musiknya tidak terlalu banyak pakai BGM seingat gue. Tapi yang gue suka adalah ketika si Ivan membaca Al Fatihah terbata-bata, kilasan-kilasan scenenya pas, bagus. Bikin merinding.

Daann, gue cukup kaget juga ternyata industri film kita sudah bisa mengeksekusi 3D opening yang halus sekali macam HarPot. Yep, menurut gue 3D openingnya cukup keren, mengingat betapa susahnya bikin itu.

Overall: 5/5

Film ini kayaknya underated di bioskop. Karena ketika beli tiket, sepertiga studio adalah rombongan keluarga besar gue. Padahal film ini bagus banget dari jalan cerita, penyampaian hingga maknanya.

Kalau keluar DVDnya, Insya ALLAH akan gue beli.


.
.
.

Nyelenehannya gue adalah, sempet berpikir:
Kalau ini komik Shoujo, pas Melati gede pasti jadian sama Ivan. Atau kalau Melati sama Rian bukan anak-anak, mungkin ini bisa ada unsur romance IvanXMelati (serius, di mata gue scene mereka itu romantis bangeet). Cuma karena mereka masih anak-anak, jadi gue harus sadar kalau itu hanya sekedar kasih pada anak/adik.