?

Log in

No account? Create an account

Kuning Lembut

London hari itu berwarna kuning lembut. Menerobos lembaran tipis awan kelabu, cahaya matahari menjangkau tirai sifon jendelanya. Angin menerpa, menggerakkan kain tipis itu bersamaan dengan menempelnya bibir di pinggir cangkir bermotif kamelia. Napasnya terhela, ada sedikit senyum terpulas di bibir tipis yang tertutupi kumis dan janggut itu. Matanya masih menatap layar ponsel di meja. Thumbnail foto seorang pria berambut cokelat terang dengan wajah yang bersih dari kumis dan janggut serta memakai setelan kemeja masih setia terpampang.

Dia masih sulit percaya lelaki itu ada di London. 

Sudah sejak lama dia tahu lelaki itu akan datang. Tapi dia tak mau dihantui kecewa jika hal itu dibatalkan pada saat terakhir seperti yang baru saja terjadi, sehingga dia tidak meninggikan harapannya. Karenanya, saat lelaki itu menghubunginya, sekedar mengabari kalau burung besi yang membawanya berjam-jam dari belahan lain dunia itu akhirnya mendarat di Heathrow, perasaannya membuncah tak terkira. Dia berusaha menahannya tentu saja. Dia aktor kawakan, menutupi emosi? Apa susahnya?

Tapi sepertinya dia tak pernah berhasil mengendalikan perasaannya yang berkaitan dengan lelaki ini. Senyum kecil terpulas di bibirnya saat itu.

Asisten yang sudah menjadi teman dekatnya tentu saja menangkap perubahan wajahnya itu. Kata kenapa ditepisnya halus dengan jawaban semua baik-baik saja. Sesederhana itu.

Walaupun rasanya dia ingin berteriak dan segera berlari menuju tempat si lelaki.

Read more...Collapse )

[ Fanfic] Home, Love, Family

 DRIFTERS.

Cannon-verse.

Drabbles.

HijiAn. 

---------------

=

"Alexei," Hijikata membuka suara hati-hati dan menuai perhatian Anastasia seperti yang dia mau, "Apakah itu nama seseorang?"

Anastasia masih memandangnya.

"Kau sering mengucapkannya dalam tidur." Hijikata memberi tambahan sewajarnya.

Ada jeda. Anastasia berusaha menyusun kata-kata untuk menjawab. Bagaimana caranya untuk menjelaskan siapa itu Alexei? Dia lebih dari seorang yang sedarah dengannya. Dia berharga. Dia penghiburan di saat seolah semuanya semu. Dia adik tampan yang memompa semangatnya walau dia sendiri kemudian tak lagi mampu sekedar menggerakkan kaki. Bagaimana menyampaikan itu semua tanpa kehilangan esensi sedikit pun?

Ah...

"Ya," Anastasia menjawab pertanyaan awal Hijikata pelan, kali ini Hijikata yang menoleh padanya. Dan saat tatapan mereka bertemu, Anastasia menyampaikannya, "Dia adik lelakiku."

Tatapan itu tak terputus bahkan setelah hening mengapung. Hijikata sedang menerima informasi yang lebih dari sekedar 4 kata pendek.

Hijikata mengangguk mengerti akhirnya. Dia mengerti makna tersirat ataupun tersuratnya, dan itu cukup.

"Kondou-san."

Udara seperti membeku sesaat ketika Hijikata mendengar lidah Eropa Anastasia berusaha mengucapkannya.

Anastasia membalas sekilas tatapan tajam Hijikata kemudian menjawab, "Kau sering mengigaukan itu saat tidur."

Hijikata merasakan rahangnya kaku.

"Apa itu juga nama seseorang?"

Anastasia menutupnya dengan tatapan mata lurus dan pertanyaan bernada cukup lembut.

Read more...Collapse )

[ Tatoebanashi ] Kroasia

DRIFTERS. WARNET AU. SMUT. ToyoOku. HijiAn. START FROM HERE
----------
.
.

Sore yang cerah namun hening saat Toyohisa menggulung lini masanya tanpa fokus sama sekali. Satu artikel perjalanan, dan saat sadar dia sudah berada di Eropa.
.
.
Kroasia
When I won't give in she just goes along. Standing by my side, sitting home alone. I can make her laugh, and make her cry. She hates the way she loves me sometimes. Once in a blue moon I'll do something right. But she only hears 'I love you' when we're making love.
Lord, I'll always wonder why she love me so much.

.
.

Read more...Collapse )
.
.
---------------------
.
Author Note:
Read more...Collapse )
.
.

OMAKE (Obat seMbuh bAper berKEpanjangan)

“Apa-apaan nih?” Toyohisa berujar dengan nada tinggi. Tas kerjanya ditaruh begitu saja di lantai.
Read more...Collapse )

Belum sembuh juga? Silahkan pejam mata sambil dinina bobokan opa Rod Stewart.


With love,
Put.

[fanfic] 幸

DRIFTERS. Cannon. 豊奥.

-------------------

Toyohisa memacu kudanya secepat yang dia bisa. Rasa kaget, syok dan tidak percaya membuatnya lari dan melompat begitu saja ke atas kudanya. Dia pun masih bertanya-tanya soal surat kilat yang dibacanya baru saja. Surat yang berisi pemberitahuan dari istrinya, tentang gugurnya janin mereka.

Demi kepraktisan saat akan maju perang, mereka tinggal di benteng yang berbeda. Alasan itu dulu terasa masuk akal. Tapi sekarang Toyohisa mengutuk diri karena ada rasa tidak sabar untuk bisa segera sampai ke tempat istrinya berada.

Read more...Collapse )

[ Fanfic ] Family, Matters

Warning: Drifters Warnet AU! ; Slight ToyoAn
-----
Class meeting, waktu untuk anak rajin menuruti guru membersihkan kelas dan merapikan dokumen. Waktu bebas untuk sisa yang lainnya. Waktu untuk tidur di pangkuan Anastasia bagi Toyohisa setelah semalaman tidak tidur menemani Bunda bicara ke sana kemari ditemani berbotol Sherry.

Bangku panjang tersedia di tiap depan kelas dan ruang praktek. Maka bangku panjang di ruang praktek Teknologi Informasi yang berada di belokan ujung lorong lantai teratas gedung adalah tempat dimana mereka berada. Ruang praktek itu tidak menjadi prioritas untuk 'diurus' selama Class Meeting, tak akan ada yang ke sana. Menjadi tempat sepi yang disenangi Anastasia untuk membaca buku sambil sesekali mengelus lembut rambut Toyohisa yang tertidur lelap.

Suasana nyaman sepi ditemani semilir angin karena duduk di balkon lantai 4 itu hanya sementara. Derap langkah beberapa orang memecah semuanya.

"Di sini lo ternyata." Seorang siswi berkata sambil memimpin temannya yang lain untuk menghampiri Anastasia.

"Ada apa ya?" Anastasia hanya melirik sekilas sebelum menjawab sambil menatap bukunya lagi.

"Jangan pura pura gatau!" Sahut yang lain dengan nada lebih tinggi.

Anastasia terganggu.

"Bisa tolong ngomongnya pelan-pelan aja gak?" Dia menutup bukunya mendongak menatap si pengucap.

Mereka agaknya senang mendapati akhirnya Anastasia memberikan perhatian.

"Jadi, ada urusan apa?" Tanya Anastasia lagi dengan nada datar yang sama.

"Soal Toyohisa..." Jawab si pemimpin lagi.

Anastasia berkedip sekali, "Yakin mau ngomong di sini, sekarang? Ada orangnya lho."

Mereka sempat saling lirik, "Gapapa, dianya kan tidur." Akhirnya si pemimpin memberanikan diri.

Anastasia menatap datar mereka semua. Menghela napas dalam hati. Memang hanya sedikit orang di dunia ini yang tahu kalau Toyohisa pasti sudah bangun dari awal tadi terdengar bunyi langkah. Mengubah posisinya menjadi miring dengan wajah menghadap perut Anastasia adalah pertanda dia tidak suka, malas, dengan keadaan ini.

"Yaudah, terserah aja..." Lanjut Anastasia akhirnya, "Emang dia kenapa?"

Seperti sudah menunggu kalimat itu mereka bergantian mulai menyerang Anastasia.

"Bukan langsung ke dianya, tapi elu!"

"Jadi lo tuh siapanya dia sih-??"

"Kalau emang bukan siapa-siapa, ga usah nempel dia terus dong!"

"Mentang-mentang deket sama Bundanya Toyo!"

Anastasia refleks menutupi telinga Toyohisa dengan tangannya saat 'Bunda' terucap. Dia tidak mau Toyohisa terseret karena emosi.

"Udah?" Jawabnya pendek saat mereka bersama sama menyetujui kalimat tentang Bunda.

Mereka terdiam karena ketenangan Anastasia menghadapi ini semua.

"Jadi, intinya kalian mau tau gue siapanya dia, dan kalau bisa jauhin dia? Kenapa emangnya, hm?" Anastasia memandang mereka satu per satu. Posisinya yang duduk tidak memberi kelemahan, diangkatnya dagu tinggi-tinggi dengan mata menajam.

"Ya... Harus jelas semuanya lah! Karena ada lo kita jadi ga bisa ngedeket..." si pemimpin berusaha melawan walau kepayahan.

Anastasia mendengus tertawa, "Jelas aja ga bisa. Karena gue ga ngijinin. A, aa- ssh-" Memberi kode agar tak dipotong, Anastasia melanjutkan, "Karena, dia keluarga gue, punya gue. Ga akan gue kasih ke siapapun yang bawa-bawa Bunda di belakang dia kayak gini. Mau berharap apa sama yang ngomongin orang paling disayang Otoyo di belakang?"

"-!" Skak.

"Eh, gue ga ngelarang kalian deketin dia ya. Silakan aja, tapi sorry, bisa deket bukan berarti dia bakal jadi punya lo." Memberi ultimatum Anastasia itu.

Dia menyapu wajah kesal setiap anak perempuan itu, "Jelas? Ada lagi yang mau ditanya?"

"Bitch." Dengan itu dan jari tengah terangkat, mereka beranjak pergi meninggalkan Anastasia dan Toyohisa kembali bercengkrama dengan sunyi.

"Emma..."

"Hmm?" Anastasia menunduk melihat Toyohisa yang membuka mata.

"You're not a bitch, you're mine."

Anastasia tertawa pelan, sepertinya menutup telinga dengan tangan tidak memblokir suara dengan efektif.

"Hn." Anastasia mengacak rambut Toyohisa sekilas sebelum kembali membuka novelnya.

Toyohisa kembali terlentang memperhatikan wajah Anastasia yang membalik-balik lembaran bukunya, "Sometimes I wonder..."

"Hm?"

"Why it doesn't work for us."

Gerakan Anastasia terhenti, "It's... just doesn't work..."

"Kenapa?"

Tatapan mereka bertemu.

"Karena..." Anastasia mengatupkan bibir rapat-rapat, "Gue sendiri ngerasa apa yang gue rasain itu bukan cinta..." melihat ekspresi Toyohisa, Anastasia buru-buru melanjutkan, "Maksudnya, gue sayang elu, tapi... Rasanya itu bukan sayang orang jatuh cinta. Gak ada deg-degannya, gak ada awkwardnya... Gini deh, kan lo sekarang punya pacar, coba lo inget-inget, pasti ada kan momen salting, mau bilang 'sayang' susah--"

Toyohisa tercenung sesaat ketika menyadari inti kalimat Anastasia, dia memotongnya sambil tertawa kecil kemudian, "Iya.. kayaknya gue ngerti maksudnya gimana..."

"Iya gitu...."

"Ah, ya tapi elonya aja ga sadar dulu gue beneran suka sama lo."

"Hah-?"

Toyohisa tertawa kecil, membuat kalimatnya tadi sulit dibedakan antara kelakar atau bukan. Dia mengulurkan tangan, membuat Anastasia merunduk. Diciumnya pipi anak perempuan itu sekilas.

"...Untung gue ga jadi sama lo, udah punya pacar masih cium cium cewe lain..."

"Kalau lo pacar gue, ngepain gue nyium cewe laen..." Toyohisa menyahuti sambil memejamkan mata, menyamankan posisi untuk kembali tertidur, tak menyadari wajah Anastasia yang entah kenapa bersemu merah muda.

Kepala Toyohisa penuh jawaban yang dia cari. Memang, mengucapkan 'sayang' pada Anastasia semudah mengucapkannya untuk Bunda. Memang, menunjukkan sisi lemahnya pada Anastasia semudah menunjukkannya pada Babeh. 'Keluarga' mungkin tidak buruk juga. Walau dia tahu, jauh di ujung, di pelosok lubuk hatinya, masih ada rasa tak akan menolak jika keadaan menjadikan Anastasia pengantinnya.

"Ya... Emang sih kalau diinget, gue belom pernah liat lo blushing ke gue kayak lo blushing ke Bang Hiji." Ujar Toyohisa tiba-tiba saat Anastasia mulai membaca lagi.

Kaget dan kesal, "Fuck you."

"No, you won't, liar."

Toyohisa terkekeh, Anastasia memukulnya ringan dengan novelnya.

[ fanfic ] At The Beginning

A DRIFTERS Fanfiction
At The Beginning

.
Warning: Warnet!AU. ToyoHiji
.
.

Read more...Collapse )


.
.
Disclaimer: DRIFTERS belongs to Hirano Kouta
.
.


"Come, dance with me. Take some revenge."

[SBT OWOP] Friendship - Chapter 09

One Week One Paper's Story Blog Tour  : Friendship - Chapter 09

Previous part:
Chapter 01 - Misteri Dana Operasional by Nana
Chapter 02 - Pertemuan by Depi
Chapter 03 - Perbincangan di Kafe by Naimas
Chapter 04 - Misi Wanda by Kiki
Chapter 05 - Ide Fiki by Nifa
Chapter 06 - Kedatangan Pria Misterius by Arini
Chapter 07 - Terkuak by Ana
Chapter 08 - Rapat Dadakan dan Rencana Baru by Dini

Chapter 09 - Belakang by Me

Read more...Collapse )
----

Di pihak manakah sebenarnya Dimas berada? Akankah semua ini terkuak di hadapan sekolah? Kelanjutannya dalam,

Next: Chapter 10 by Achev

-----
.
.
.
Note: Ey, ditulis dengan buru-buru dan kebingungan mau lanjutin yang mana =))) Silakan jika ingin memberi komen dan koreksiannya :D

Tags:

Dibuat dalam rangka meramaikan Malam Narasi OneWeekOnePaper. Dengan tema: Orion.
.
.
.
-------------------------------------------------------------------------------

Read more...Collapse )

[fanfic] Red Stilleto and Facial Hair

Toyohisa ingat sekali malam itu.

Read more...Collapse )
.
.
.
Selain memfollow acc artist r18 pixiv, hasil tidak bisa tidur sampai jam 3 pagi adalah racauan seperti ini. I'm proud with myself.

[fanfic] Pulang

Warning:

Cerita ini berisi OC yang dipasangkan dengan tokoh utama. Cerita ini juga mengandung spoiler dari Dorama CD DRIFTERS: ORTE HEN. Kemungkinan akan menimbulkan kebingungan jika belum mendengarkan Dorama CD tersebut. Full Headcannon. Silakan dibaca dengan kelapangan hati.

.


.

A DRIFTERS Fanfiction,

Pulang

"I'd like for you and I to go romancing. Say the word: your wish is my command."

.

.

Read more...Collapse )


.

.

Note:

Pertama, silakan jika ada yang ingin memberi masukan ttg pemakaian logat Satsuma. Saya mencoba memakainya walau ragu-ragu =))

Cerita ini tidak berdasarkan fakta sejarah. Karena pada catatan-catatan pendek yang ada di internet hanya diberitahu Toyohisa punya istri tanpa anak. Detilnya tidak dijabarkan seperti apa. Begitupula teori Dimensi Paralel yang saya jabarkan dengan poorly =))) Baru ngeh ternyata menulis scifi itu sulit, karena gambaran di kepala jelas tapi menuangkannya dengan kata kata tidak mudah.

Anyway, terima kasih atas waktunya untuk membaca cerita ini. Your time matters!

Disclaimer:

DRIFTERS and all its chara is belongs to Hirano Kouta.

.

.

[SBT OWOP] Romance Angst - Chapter 11

One Week One Paper's Story Blog Tour  : Romance/Angst - Chapter 11

Previous part:
Chapter 1 - Luka Elisa by Nifa
Chapter 2 - Self Harm by Asti
Chapter 3 - Friendzone by Dini
Chapter 4 - Dua Sisi Koin by Nana
Chapter 5 - Teman Baru by Zu
Chapter 6 - Permulaan by Ruru
Chapter 7 - Luka by Nadita
Chapter 8 - Di Luar Dugaan by Depii
Chapter 9 - Terhempas Dari Cinta by Kiki
Chapter 10 - Perasaan Tezar by Dhiana

Chapter 11 - Jelas

Setelah tenggorokan terasa normal karena air putih, Elisa mengerjapkan mata memandang Teza yang mengalihkan wajah ke arah lain.

“Lo… Tadi, bilang apa…?”

Read more...Collapse )


Next Part: Kalibrasi by Ana

------------------------------------~!~------------------------------------

Pertama kali ikut event beginian lolol setres sendiri pas tau jadwal postingnya bentrok sama kuliah, eh pas dimundurin bentrok lamaran sepupu =))) Ampun deh ah, makasih buat mba kiki dan dhiana yang jadi berubah jadwalnya karena saya m(_ _)m

Pertama kalinya nulis karena ter dan di-paksa ;;p Idenya ga muncul alami jadi gatau dah itu di atas ancur minah kayak apa, siapapun yang baca mohon koreksiannya jika berkenan. Terima kasih.

[SELL] Gintama Vol. 1-4 RAW

I sell my Gintama Manga.
It is still look good, around 98%. I sell this because I bought the same volume^^". I put the sale here because I don't know how amazon works(its always direct me to make a professional account, not individual ones>.> ).

You can see its condition from the photos below.
UPDATED(sept 2016): VOLUME 1&2 SOLD
PhotosCollapse )
PRICE(updated):
$7 each. $13 if you buy all of them.
(IDR80.000/book. IDR150.000 all)

Payment and Shipping:
I'll use ONLY Paypal or Western Union.
Or Bank Transfer via BCA if you're from Indonesia.

I shipped from Bekasi, INDONESIA.
If you're outside Indonesia, I'll use DHL (it's pricey but trustworthy). If you're from Indonesia we can use JNE or J&T or even Gojek if you live around Bekasi.

[ drabbles ] Awaiting

Just too much rewatch Civil War combining with missing Brittany much more.

Disclaimer:

Brittany Kingsley Original Character by me
Norman Hecter Original Character by kiiterra
Marvel Chara belongs to Marvel

---------------------------------

AwaitingCollapse )
Saya bukan Fujoshi.

Saya GinHiji shipper.

Bisakah dua kalimat itu berkolerasi? Jelas tidak. Makanya kemudian saya ngeship GinTae dan HijixEveryone. Dan semua berjalan mulus saja sampai suatu ketika, seperti mendengar jeritan hati saya yang sesungguhnya hanya ingin memasangkan Fukuchou dengan Gin (karena memang tidak ada lagi chara yang masuk sebegitu pasnya; oke Kondou -san iya, tapi batasan mereka lebih dari ini, KonHiji itu soulmate bukan cuma urusan cinta cintaan dan seks. Selain Mba Mitsu untuk nangani si biang kerok satu ini.) Sorachi bikin Genderbender Arc.

Demi mayones tumpah itu halaman pertama kali Ginko muncul saya pelototi beberapa menit karena ga percaya, "Anjirrrrr Sorachi beneran ini canon Gintoki cewe???? ARGHHH Cantik lagiiii"

That's it.

Selesai sudah. Maafkan aku mba Mitsu, rahasia kotor ini harus terbongkar. I love you. Tenanglah kamu disana. Fukuchou sudah ada yang ngurusi.

Salahkah saya yang suka Gintoki dan kemudian bahagia melihat dia punya sisi gendbend canon dan bisa saya pair dengan legal dengan Fukuchou saya yang sudah lelah main dengan tangan sendiri?

Bodo amat apa kata orang. lel.

Because We Spamming Each Other

GenosXKaori buat @kiiterra byte

____

Semburat oranye mulai mewarnai langit. Genos yang melihat itu sambil membawa kantung kertas penuh belanjaan tidak berpikir apapun kecuali fakta kalau dia terlalu lama menentukan harus membeli daging atau ayam untuk makan malam sang guru. Kaki cyborg yang terbungkus celana jins itu sudah akan berbelok ke kompleks apartemennya saat matanya menangkap sosok seorang perempuan yang akan terjatuh saat sedang membawa kotak kardus besar. Instingnya sebagai seorang Hero, dan refleksnya sebagai petarung membuatnya bergerak cepat menahan si perempuan. Tepat sebelum dia terjatuh.

Read more...Collapse )

Tags:

Working on It, Boss

Kepada teman-teman(kalau anda sekalian masih bersedia menganggap sejawat kantor anda teman, bukan budak) yang punya posisi tinggi dan membawahi desain grafis,

Tolong, dengan segala hormat.
Jangan pernah beri masukan saat mereka masih dalam tahap 'working on it'.

It's make us frustated, annoyed, and angry on the same time.

Tolong jangan bilang, "Oh jadinya begini ya." ; "Oh, agak sepi ya jadinya." ; "Bisa tolong tambah ini disini, terus kasih ini disini?"

Ini belum jadi, kucing!

Tolonglah, saat masih proses pembuatan, kami sendiri masih  belum tahu ini mau dibawa kemana. Kami sedang berusaha ini supaya bagus. Dan semua kata-kata itu sesungguhnya tidak membantu. Karena kalian tidak tahu apa yang sedang kami pikirkan untuk merapikan segala kekacauan yang ada di layar.

Tidak ada kritik membangun. Serius.
Apalagi dari orang yang tidak melakukan apa yang dilakukan orang yang ia kritik.

Salam,
Desain grafis yang rasanya sudah pernah menulis ini,  belum punya nama, masih setengah profesional, dan junior.

.
Ah senin pagi, nikmatnya menyalahkan orang lain saat hati penuh benci.
Pada pekerjaan yang tak ada ujung. Dia si atas itu. Dan tabungan yang bukannya bertambah malah habis.

*cerita di atas hanya dapat berlaku pada saat pengerjaan. Kalau sudah selesai, tapi hasilnya tidak sesuai keinginan, itu lain pembahasan.

Nak

Markas yang biasanya hanya dipenuhi langkah kaki dan sapaan lemas para prajurit yang baru bangun, kini ketambahan derap. Derap langkah Sang Ketua. Panik dia begitu membuka emailnya pagi-pagi. Dia ingin klarifikasi, dia tahu siapa yang dia cari. Sayangnya tadi dia datangi kamarnya dan orang itu juga tidak ada. Namun, seperti ditemani Dewi Fortuna, dia melihatnya begitu sampai di ambang pintu depan.

"Toshi!" Teriaknya pada Sang Wakil Ketua yang melepas sepatu saja belum.

Kalau sedang tidak kalap, dia pasti bisa melihat wajah kaget memucatnya.

Refleks mundur dari tempatnya, Hijikata tidak berusaha menutupi ekspresinya, "Kondou-san..."

Oh Kondou tak sulit sama sekali membaca Hijikata secara keseluruhan. Pernah membaca buku? Kira-kira seperti itu.

"Toshi... Sougo mengirimiku email... Dia sakit, pergi. Kau tahu ada apa ini?"

Menekan, nada Kondou itu. Sama seperti saat kita sudah bisa menebak sebuah jalan cerita, dan ragu-ragu membuka halaman berikutnya. Karena cerita itu menyedihkan, dan kita berharap terkaan kita salah. Kira-kira seperti itu perasaannya.

Sayangnya gerak gerik Hijikata membenarkan terkaan Kondou. Si Wakil Ketua mengepalkan tangan dan menunduk perlahan. Bibirnya yang tanpa batang rokok itu tergigit membuatnya tak berkata apa-apa.

Itu saja cukup.

Cukup untuk Kondou melayangkan bogem mentahnya telak di wajah Hijikata. Membuat rak sepatu jatuh berantakan. Suaranya memancing para prajurit berdatangan. Hanya untuk mendapati 'Ayah' mereka menekan 'Ibu' di dinding dengan cengkraman kuat di kerah.

Rasa tercekik itu membuat Hijikata hanya melenguh pelan, "Ugh..."

Tapi tetap tak berkata apapun dia saat Kondou berkata, "Kenapa tidak memberitahuku?! Kau anggap aku orang luar?! Kau punya banyak kesempatan memberitahuku!"

Otaknya seperti sampai pada kesimpulan seketika itu. Kondou memandang Hijikata tajam, "Tadi malam, saat aku menelepon... Kau masih bersamanya kan? Suara batuk itu suaranya kan?!"

Saat Kondou semakin menekan Hijikata, Harada dan Yamazaki akhirnya menginterupsi.

"Kyokuchou!" Tapi Kondou tak bergeming.

Merasa harus melakukan sesuatu yang lebih, Harada angkat bicara, "Kondou-san! Aku juga salah! Harusnya aku sadar waktu itu--"

Tersadar akan kemana kalimat si anak buah, Hijikata akhirnya bersuara untuk memotongnya, "Diam, Sano!"

"Diam." Hijikata mengatakannya lebih pelan sambil menatap langsung Harada. Yang melihat bukan amarah yang ada di mata yang biasanya tajam itu, melainkan sedih dan permohonan untuknya tidak berkata apa-apa lagi.

"Khh!" Harada bisa apa selain akhirnya menunduk dengan tangan terkepal?

Sayangnya semua itu malah semakin memicu Kondou, "Sudah seperti ini kau masih mau menyembuyikan sesuatu dariku? Kau--"

"Dia tidak tahu apa-apa!" Potong Hijikata cepat. Dipandangnya mata Kondou lurus, berusaha mengungkapkan kejujuran, "Sougo jatuh saat patroli dengannya. Itu saja. Setelahnya aku yang mengurus semuanya. Aku yang bilang dia hanya flu. Aku yang lengah hingga dia pergi..."

Kondou nyaris bisa melihat mata Hijikata berkilat karena air mata. Mata yang membuat Kondou melepaskan cengkramannya. Lemas dia. Bahkan untuk menuruti otaknya yang meminta memukul Hijikata sekali lagi pun tidak bisa.

Tanpa melepaskan pandangannya dari sosok Hijikata yang jatuh terduduk dan tidak mengangkat kepala, Kondou berteriak. Bertindak di luar kebiasaannya, "Sanosuke! Beritahu Yamanami, rapat darurat pencarian Sougo sepuluh menit lagi! Informasikan regu patroli pagi untuk mencari Sougo! Pergi, sekarang!"

"Ba, baik, Kyokuchou!" Gugup dan merasa aneh, tapi Harada pergi. Bersama para prajurit yang merasa perintah itu juga untuk mereka.

Bersama para prajurit yang merasa salah memberi julukan Wakil Ketua Iblis pada Hijikata. Karena, Iblis jatuh tertunduk padanya. Kondou-san itu apa namanya?

Kondou berbalik, memunggungi Hijikata akhirnya.

"Toshi, aku percaya padamu."

Sungguh, Hijikata rela memberi hukuman seppuku pada dirinya sendiri daripada mendengar Kondou berkata penuh kekecewaan seperti itu padanya.

Tapi Hijikata tak bisa berbuat apapun lagi. Kondou melangkah pergi.

Darah. Juga panas. Dia merasakan rasa darah di bibirnya yang tergigit kuat-kuat. Matanya panas menahan air mata. Karena dia tahu menjelaskan tak merubah apapun. Menangis tak membuat Sougo tiba-tiba kembali.

Saat itu dia mendengar suara pelan dan serak Yamazaki yang ternyata tidak ikut pergi. Tanpa mengangkat kepala pun Hijikata tahu mata-mata itu menangis. Berjongkok di depannya.

"Fukuchou... Okita-taichou juga mengirimiku email... Aku langsung melacaknya sebisaku begitu membacanya... Tapi... Tidak dapat apa-apa... Kenalanku di keshogunan mungkin bisa melakukan sesuatu... Aku diizinkan?"

"Aa..." Serak, seperti bukannya suaranya. Dan sekenanya. Jawaban Hijikata itu.

"Fukuchou... Ini cuma bercanda kan... Mati sekalipun saya tidak bisa mungkin lupa Okita-taichou..."

Hijikata tak menjawab lagi. Yamazaki memeluk lutut, menenggelamkan wajah dan isak. Di depannya Hijikata terduduk memandang lantai. Bertanya,

'Sebenarnya aku ada untuk apa?'

====


Ah siapa sih aku ini? Hanya rakyat jelata yang penasaran kenapa anak itu tidak ada di tempatnya yang kemarin. Hingga akhirnya menyusup ke Markas Shinsengumi hanya untuk sakit hati. Kudapati semua adegan tadi sambil menahan tangis dan berdiri lemah tersanggah fusuma.

Ah siapa sih aku ini? Cuma maling.

Yang mengambil satu jaket anak itu sebagai kenang-kenangan.

~

Kode etik Shinsengumi pasal dua: Dilarang meninggalkan Shinsengumi. Hukuman bagi pelanggar adalah Seppuku.
.
.
.

Review: Step Up: All In

Yak, film kedua saat movie streak after lebaran.


Untuk yang ini mungkin gue akan narasi aja. Karena bingung kalau harus menilai per aspek.

Jalan ceritanya nyaris gak ada.

Serius. Yah, walaupun gue sendiri udah sadar dari awal kalau, film dengan tema kayak gini pasti ga terlalu mentingin jalan cerita. Karena sudah fokus ke dancenya itu sendiri. Dimana danceny menurut gue keren banget. Satu scene dance yang gue suka adalah pas The Mob vs LMNTRIX, itu keren banget.

Yang membekas buat gue di film ini adalah DUO ROBOTIC PAIR. Astaga mereka manis bangeet dan gue instant ship.
Walaupun gak tau ini film ada fandomnya ato enggak.

Yah, buat gue kesan dari film ini cuma begitu aja, keren. Udah.

Karena walaupun selera gue kadang aneh, gue termasuk yang suka meratiin jalan cerita. Sedangkan di film ini nyaris gak ada jalan cerita... Terus gue harus bilang gimana toh?

Yah, untuk yang doyan ngedance, atau pengen nonton yang bener-bener buat hiburan, ini film lumayan worth it kok.

Overall dari gue sih 4/5

Tags:

Review: Seputih Cinta Melati

Okay film pertama dalam movie streak after lebaran.

Mungkin spoilerCollapse )

.
.
.

Nyelenehannya gue adalah, sempet berpikir:
Kalau ini komik Shoujo, pas Melati gede pasti jadian sama Ivan. Atau kalau Melati sama Rian bukan anak-anak, mungkin ini bisa ada unsur romance IvanXMelati (serius, di mata gue scene mereka itu romantis bangeet). Cuma karena mereka masih anak-anak, jadi gue harus sadar kalau itu hanya sekedar kasih pada anak/adik.